Senin, 13 Juni 2011

Arti dan Istilah Islam 2

Hibah : pemberian tanpa imbalan pada seseorang dengan menggunakan kata serah terima
Shodaqoh : pemberian tanpa ada imbalan untuk mendapatkan pahala atau karena dibutuhkan tanpa menyebutkan serah terima.
Hadiyah : pemberian tanpa ada imbalan untuk memuliakan tanpa memakai serah terima.
Infaq : pemberian tanpa ada imbalan untuk mendapatkan pahala namun lebih khusus dari shodaqoh
Nadzar : janji melaksanakan pebuatan-perbuatan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT, bila yang diharapkan terjadi.
Fakir : orang yang tidak punya harta dan pekerjaan yang mencukupi untuk hidupnya.
Miskin : orang yang mempunyai harta namun belum mencukupi kebutuhan secara sempurna.

Arti dan Istilah Islam 1

pada pertama ini membahas tentang bahasa Arab (bahasa yang sudah diserap/serapan kedalam bahasa kita) dan istilah-istilah agama yang sering muncul dalam kehidupan sahari-hari yang sering kita dengar seperti apa itu: ibadah, khusyu', Taqorrub. sedangkan untuk istilah agama seperti Thoharoh (bersuci), Hadats, Najis, Istinja'.

baiklah untuk yang pertama arti bahasa Arab:
Ibadah : kegiatan menyembah atau mengabdi kepada Allah
Khusyu' : kemantapan hati dan pikiran kepada Allah saat melakukan ibadah.
Taqorrub : upaya untuk mendekat kepada Allah
Muhasabah : mengoreksi atau mengevaluasi diri

Istilah agama
Thoharoh (bersuci) : menghilangkan hadats atau najis atau perbuatan yang searti dengan keduanya seperti tayamum, atau perbuatan yang bentuknya sama dengan keduanya, seperti mandi sunnah atau tajdidul wudhlu (memperbarui wudhlu).
Hadats : sesuatu yang menyebabkan seseorang tidak boleh mengerjakan sholat. dia terbagi menjadi 2 yaitu : 
  1. hadats besar : yang hanya bisa dihilangkan dengan mandi junub,
  2. hadats kecil : yang cukup dihilangkan dengan wudlu
Najis : semua perkara yang kotor dari kacamata syariat, karenanya tidak semua hal yang kotordimata manusia langsung dikatakan najis, karena najis hanyalah yang dianggapkotor oleh syariat. misalnya tanah atau lumpur itu kotor dimata manusia, akan tetapi dia bukan najis karenanya tidak dianggap kotor oleh syariat, bahkan tanah merupakan salah satu alat untuk bersuci.
Istinja' : membersihkan kotoran setelah buang air kecil maupun buang air besar.

Kamus Islam


Alhamdulillah pada kesempatan ini saya akan menambahkan Kamus Islam Kita untuk mengupload tentang istilah-istilah atau bahasa Arab yang sering muncul dalam kata-kata atau ucapan keseharian, semoga bisa menambah wawasan kita akan arti dan maksud istilah Islam tersebut.
semoga Gusti Allah menambah wawasan tentang ilmu kepada kita semua Amin.... Ya Robbal Alamin

Salam Saya,

Annur Syaifuddin Suaidi


Minggu, 12 Juni 2011

Musafir





Assalamualaikum Gus Siroj,
Mau tanya tentang masalah musafir yang berangkat dari rumah ba'da sholat dzuhur, akan tetapi sampai di tujuan diperkirakan sehabis Isya'. 
1. bolehkah sholat jama' itu dilakukan dirumah (jama' ta'dim)?
2. sedangkan jama' ta'khir dilakukan di tempat tujuan, apakah boleh?.
3. kalau untuk Sholat likhurmatil waktu itu bagaimana niat dan tatacaranya?
matur nuwun sakderenge kalian sak mantune atas penjelasanipu...
Wassalamua'alikum
regards.



_annur_





-----------------------------------------------------------------------


waalikum slm ww.. shbt annur, 
dlm hal ini ada tiga istilah dlm shalat 
1. shalat itmam (sempurna rakaatnya, spt yg biasa kita lakukan) 
2. shalat qoshor (di pendekkan dari 4 rakaat jd 2 rakaat) 
3. shalat jama' (mengumpulkan 2 shalat pd 1 waktu shalat)


byk di antara kita yg mengkaitkan shalat jama' dan qoshor adalah sebuah kesatuan yg dilakukan saat bepergian, ini tdk sepenuhnya benar krn masing2 punya aturan yg berbeda, meski jg ada kesamaan aturan boleh tdknya keduanya di lakukan, spt "musafir" (bepergian tdk utk maksiat) :
jawaban dr no 1. tidak boleh, karena belum menjadi musafir (hrs dilakukan diluar batas kota dmn kita ber "mukim") tp pd masalah di atas yg bisa dilakukan jama' hanyalah magrib dan isya, krn ketentuan jama; adalah berpasangan, seperti dhuhur dan asar sebagai pasangannya.
nah, pd no 2. boleh dilakukan di tempat tujuan, krn dia sdh "musafir" dan itu boleh dilakukan dlm 3hr berturut2, setelah 3hr dia adalah org yg "mukim" (bukan musafir lg) mk hrs itmam .
‎3. niatnya : usholli fardho_______likhurmatil wakti lillahi ta'ala..caranya semaksimal kita mampu, mampu berdiri (spt shalat biasa, bisa..hanya dg duduk, jg bisa dst) setelah sampai tujuan sahalat ini harus di qodho'...smg manfaat, salam




======tambahan=======
 ketika sholat likhurmatil waktu, masih dalam perlajalan (dalam kendaraan) apakah boleh untuk tayamun? caranya bagaimana? maturnuwun malih.. penjelasanipun :)
-------------------------------------
 klo bisa tayammum shalat sj secara sempurna nur, tp kalau tdk mgkn krn tempat yg sempit, krn berbeloknya arah qiblat sbb kendaraan yg berbelok dll, shalatlah sambil duduk dg niat menghormati waktu /"khurmatil wakti" tadi..


-----------------------------------------------------------------------

Alhamdulillah dalam soal tanya jawab Islam ini  di asuh Ustadz Gus Hazim Sirajudin, semoga blog ini semakin bermanfa'at dunia dan akherat amin....
-----------------------------------------------------------------------